Bagaimana Koperasi Menghadapi Pasar Global

Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum. Koperasi melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1 merupakan usaha kekeluargaan dengan tujuan mensejahterakan anggotanya.

Walaupun dengan cita – cita yang mulia seperti yang disebutkan diatas. Keberadaan koperasi di Indonesia masih terpuruk hingga saat ini. Sudah banyak yang meninggalkan koperasi dalam kegiatan perdagangan dan jasa. Berbeda dengan koperasi di negara lain. Kemajuan koperasi di negara lain sangat signifikan, bahkan koperasi memegang peranan penting dalam bisnis perdagangan. Sektor – sektor besar dalam perdagangan di kelola oleh koperasi, seperti pertanian, peternakan, perkebunan dan lainnya.

Sedangkan di Indonesia, hal tersebut sudah mulai pudar. Dahulu di pedesaan, untuk menyimpan dan menjual hasil panen dikelola oleh koperasi. Dengan tujuan penghindarkan para petani pada tengkulak – tengkulak. Namun saat ini koperasi keakan ditinggalkan dan dilupakan oleh masyarakat banyak, sehingga sulit untuk membangun koperasi lebih baik lagi. Koperasi juga sudah kalah bersaing dengan badan usaha lain dalam negeri, seperti badan usaha swasta dan milik negara. Badan usaha tersebut adalah saingan koperasi. Namun koperasi belum mampu menyamai derajat mereka.

Bahkan pada tahun 2012 akan masuk pasar global. dimana seluruh pedagang atau badan usaha dari luar negeri dengan bebas masuk pasar Indonesia. Seperti AFTA, APEC, GATT merupakan sebagian contoh pasar global yang akan dimasuki Indonesia.

Istilah dari pasar global yang lebih lengkap adalah hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Dengan demikian saingan koperasi akan bertambah banyak dan sulit untuk ditaklukan. Perdagangan yang mencangkup internasional adalah perdagangan yang sangat luas. Sulit untuk menentukan batas – batas territorial. Sehingga koperasi harus maju mulai sekarang agar tidak tertindas dengan adanya pasar global tersebut.

Dalam diberlakukannya pasar global, akan muncul sisi positif dan negatif pada setiap bangsa yang menjalaninya. Sisi positif antara lain

• Produksi global dapat ditingkatkan Pandangan ini sesuai dengan teori ‘Keuntungan Komparatif’ dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.

• Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah. • Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.

• Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.

• Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.

Di balik hal positif yang dijelaskan diatas, seharusnya koperasi mampu mengambil peran dalam perekonomian Indonesia saar terjadinya pasar global. Dimana banyak kemudahan dalam menyebarluaskan produk sampai ke negara lain. Hingga terciptanya teknologi – teknologi canggih yang bisa diserap koperasi dalam operasionalnya membuat produk.

Untuk itu, agar koperasi mampu menembus pasar global, koperasi harus membenahkan diri dalam hal intern dan ekstern lingkungan koperasi, antara lain masalah keanggotaan. Banyak anggota koperasi yang kurang berperan aktif dalam pengembangan koperasi. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang koperasi. Sehingga diwajibkan pada setiap anggota koperasi mencurahkan segala yang bisa dilakukan untuk kemajuan koperasi.

Selanjutnya pembenahan masalah manajerial dan operasional koperasi yang selama ini masih menggunakan cara – cara tradisional harus diganti dengan cara modern sehingga tidak kalah dengan badan usaha negara lain.

Selain itu, menambah modal untuk koperasi sehingga mampu menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah banyak dengan disertai kualitas yang baik. Dengan cara peminjaman dana dari bank dalam negeri atau lembaga keuangan lain yang mampu membantu koperasi dalam penambahan modal. Serta uang simpanan wajib dan simpanan sukarela yang biasa dikumpulkan setiap anggota koperasi tetap dilakukan. Semakin banyak anggota koperasi maka semakin banyak pula modal yang akan di dapat koperasi untuk operasionalnya.

Tingkat daya saing juga berpengaruh untuk koperasi agar tetap hidup di pasar global. Pasar yang mencangkup dunia internasional juga harus dengan kualitas internasional walaupun dengan buatan nasional. Koperasi harus mampu menghasilkan barang dan jasa dengan inovasi terbaru setiap waktunya. Sehingga konsumen merasa puas dengan produk yang dihasilkan koperasi.

Namun di samping itu, terdapat pula hal negatif jika diberlakukannya pasar global, antara lain:

• Menghambat pertumbuhan sektor industri Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat.

• Memperburuk neraca pembayaran Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.

• Sektor keuangan semakin tidak stabil Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

• memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.

Selain hal positif yang diterima koperasi, hal negatif juga menjadi beban koperasi. Apabila koperasi tidak mampu menyaingi pesaing –pesaingnya dalam pasar global. Koperasi bisa lumpuh total apabila tidak sederajat dengan pesaingnya dalam dan luar negeri.

Untuk itu, koperasi harus bisa membuat perubahan secara cepat dan tepat sehingga mampu bertahan dan berkembang untuk mempersiapkan dan menghadapi pasar global yang akan terjadi beberapa tahun kedepan.

referensi :

http://www.wikipedia.com

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Bagaimana Koperasi Menghadapi Pasar Global

  1. investasi says:

    semoga membantu kita semua

  2. INVESTASI says:

    semoga membantu kita sekalian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s