Dimana Pelaksanaan Pasal 33 ayat 1 ???

Pasal yang popular di telinga masyarakat Indonesia, salah satunya adalah pasal 33. Pasal yang berisi tentang perekonomian negara Indonesia. Namun bagaimana pelaksanaan pasal tersebut saat ini? Apakah telah dijalankan sesuai yang terkandung disana ataukah hanya hiasan kata-kata di Undang – Undang Dasar ’45?

Sangat memprihatinkan memang negara ini, negara yang kata banyak orang negara yang kaya, baik sumber daya alam dan luasnya negeri ini. Namun hingga saat ini belum bisa memakmurkan seluruh rakyat yang hidup didalamnya.

Pasal 33 ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Maksud dari pasal ini, perekonomian yang sesuai diterapkan di Indonesia adalah badan usaha berupa koperasi yang berdasarkan atas kekeluargaan. Namun bagaimana kenyataannya saat ini? Dimana keberadaan koperasi saat ini? Apakah masih hidup ataukah sudah mati?

Negara ini beserta isinya seharusnya bisa berfikir baik dan tajam untuk menyelesaikan masalah ini. Arti yang terkandung dalam pasal 33 ayat 1 sangat baik untuk perekonomian negara ini apabila benar-benar ada implementasinya.

Dengan adanya asas kekeluargaan, tidak ada orang perorangpun yang mementingkan dirinya sendiri. Mereka akan memikirkan anggota yang lain dalam koperasi. Tidak seperti sekarang orang perorang hanya memikirkan bagaimana mensejahterakan dirinya saja tanpa mau tahu keberadaan orang lain.

Koperasi dengan tujuan mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya masih belum mampu mengambil hati masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia masih senang dengan badan usaha swasta dengan kemampuan dan modal sendiri serta laba yang dinikmati sendiri.

Untuk itu, marilah kita bagun lagi semangat berkoperasi sehingga masyarakat Indonesia dapat sejahtera secara merata dan tidak ada kesenjangan yang semakin tajam antara si kaya dan si miskin.

Dan elemen – elemen di negara ini juga membantu untuk pelaksanaan koperasi baik dari Kepala Presiden beserta Wakil Presiden, Staff Kementerian terutama Menteri Koperasi, DPR, MPR hingga elemen masyarakat dari kalangan atas hingga kalangan bawah sehingga koperasi dapat maju dan berkualitas baik serta mampu menyaingi sektor swasta dan badan usaha lain.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s