Kasus Hak Paten Seret Raksasa Teknologi ke Meja Hijau

Jakarta – Beberapa perusahaan teknologi raksasa, yakni Intel, Microsoft, Hewlett-Packard, Dell, Acer diseret ke meja hijau. Perusahaan-perusahaan ini dituding telah melanggar hak paten terkait recovery data.

Adalah Xpoint Technologies, perusahaan recovery data yang menyeret perusahaan- perusahaan tersebut. Xpoint Technologies menuding perusahaan-perusahaan raksasa tersebut telah melanggar hak paten 7.024.581 dan 7.430.686, yang disebut “Data Processing Recovery System and Method Spanning Multiple Operating Systems.”

Ini terkait dengan teknologi yang membuat kopian backup dari sebuah penyimpanan utama dalam sebuah area penyimpanan terpisah, serta menyiapkan sistem operasi cadangan untuk me-recovery data secara cepat jika penyimpanan utama mengalami kerusakan.

Xpoint menuding chipset dan motherboard Intel yang menggunakan teknologi FarStone’s RestoreIT system and Acronis True Image melanggar hak paten tersebut. Chipset dan motherboard dengan teknologi ini banyak digunakan untuk desktop, laptop, dan workstation Dell, Acer dan Toshiba.

HP dan Dell juga tak luput dari tudingan pelanggaran hak paten Xpoint. Bahkan raksasa software Microsoft juga ikut terseret dalam kasus pelanggaran hak paten ini, karena Windows Vista-nya menggunakan area penyimpanan kedua untuk mem-backup data user.

Dalam gugatannya, Xpoint tidak menyebutkan secara spesifisik besarnya nilai gugatan yang diajukan.

 

Referensi :

http://www.cicods.or

Analisis :

Xpoint Technologies, perusahaan recovery data menyeret beberapa perusahaan teknologi raksasa, yakni Intel, Microsoft, Hewlett-Packard, Dell, Acer ke meja hijau karena telah melanggar hak paten 7.024.581 dan 7.430.686, yang disebut “Data Processing Recovery System and Method Spanning Multiple Operating Systems.”

Xpoint Technologies sangat tegas dalam melindungi hak paten yang dimilikinya yaitu terkait recovery data. Tidak tanggung-tanggung lebih dari 5 perusahaan besar, ia tuntut dalam masalah hak paten ini.

Memang seperti ini seharusnya yang dilakukan oleh pemegang hak paten suatu produk, tidak takut dalam mengambil keputusan walaupun itu menyebabkan masalah besar untuknya. Serta memberikan pelajaran bagi badan atau usaha terkait dalam masalah hak paten sehingga tidak dengan mudah mengambil hak orang lain untuk kepentingan badan atau usahanya sendiri karena itu menyebabkan kerugian bagi pemilik hak paten.

Tidak hanya itu, badan atau usaha tersebut harus memiliki izin resmi dari pemilik hak paten bahwasanya telah legal penggunaan produk dari pemilik hak paten untuk digunakan oleh badan atau usaha tersebut.

Dengan demikian masalah hak paten tidak akan terjadi lagi sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan sama-sama memberikan keuntungan.

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s