Usul

Usul atau proposal merupakan suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan. Dapat pula terjadi bahwa usul atau proposal itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk dikerjakan oleh orang atau badan yang mengajukan usul tersebu, tetapi dengan maksud agar orang atau badan yang menerima usul itu dapat melakukan apa yang diharapkan dalam proposal tersebut.

Macam-macam bidang yang bsa dijadikan sasaran usul yang bersifat bisnis : penelitian biasanya dilakukan oleh lembaga ilmiah atau perguruan tinggi, pengembangan, perencanaan untuk pembangunan, gedung dan proyek , dan pemasaran.

Seperti dengan laporan, usul masih dapat dibedakan lagi berdasarkan bentuknya. Usul formal adalah usul yang memenuhi persyaratan dalam bentuk tertentu. Bentuk usul semi formal dan nonformal merupakan variasi dari bentuk formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu.

Usul nonformal bentuknya beraneka ragam, tergantung dari penulis atau kesepakatan antara penulis dan penerima usul. Kadang-kadang disampaikan juga dalam bentik memorandum atau surat.

Terlepas dari bentuk man yang akan dipergunakan, sebuah usul nonformal selalu harus mengandung hal-hal berikut :
a. Masalah
b. Saran pemecahan
c. Permohonan
d. Usul formal

Bagian pelengkap pendahuluan ialah surat pengantar atau memorandum pengantar, halaman judul, ikhtisar atau abstrak, daftar ini, dan penegasan permintaan.

a. Surat pengantar atau memorandum pengantar
Surat pengantar atau memorandum pengantar fungsinya sama dengan penyerahan atar surat pengantar pada sebuah laporan yang berisi alasan-alasan mengapa menyampaikan usul tersebut, pertemuan atau iklan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Penulis mencoba mengidentifikasi atas usul-usulnya serta menyampaikan garis-garis besar dari usul yang direncanakan dan untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi itu.

b. Halaman judul
Pada sampul atau halaman judul dicantumkan identifikasi jenis tulisan itu yaitu usul, judul usul, nomor pengenal kalau ada, tanggal penyerahan dan tanggal akhir penyelesaian tugas.

Contoh :

USUL
Disampaikan kepada
DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
REPUBLIK INDONESIA
Untuk
PEMBANGUNAN JALAN RAYA
TRANS SUMATRA
No. 1534/DPJ/Dep./U/78
Disusun oleh
PT. GEGAP GEMPITA
Oktober 1978

c. Ikhtisar atau abstrak
Ikhtisar atau abstrak menyampaikan inti sari dari masalah dan cara penyelesaian yang disampaikan dalam usul tersebut.

d. Daftar isi
Merupakan rekapitulasi dari semua judul utama dan judul bawahan yang terdaoat dalam seluruh usul itu.

e. Penegasan permohonan
Penegasan mengenai permohonan dapat dimasukan dalam ikhtisar. Tetapi bila usul yang disampaikan itu cukup panjang, lebih baik bagian ini yang diberikan tempat tersebdiri.

Isi usul memuat uraian terperinci dari pekerjaan atau tugas yang akan dilakukan. Ada beberapa topik untuk dimasukan dalam isi sebuah usul antara lain :
1. Pembahasan masalah
2. Latar belakang
3. Luas lingkup
4. Metodologi
5. Fasilitas
6. Personalia
7. Keuntungan dan kerugian
8. Lama waktu
9. Biaya
10. Laporan

Bagian pelengkap penutup sama dengan laporan dan tulisan formal yang lain, berisi bahan kepustakaan, lampiran gambar, tabel dan sebagainya yang diperlukan dalam usul.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s