Teknik Pengumpulan Data

Angket
Adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan atas atau menjawab pertanyaan yang diajukan.
Keuntungan teknik angket :
Angket dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirimkan melalui pos
Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relative murah
Angket tidak tetlalu mengganggu responden karena pengisiannya ditentukan oleh responden sendiri sesuai kesediaan waktunya
Kerugian teknik angket :
Jika angket dikirimkan melalui pos, maka porsentasi yang mengembalikan relative rendah
Angket tidak bisa digunakan untuk responden yang kurang bisa membaca dan menulis
Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditaksirkan salah dan tidak ada kesempatan untuk mendapat penjelasan

Pertanyaan dalam instrumen penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pertanyaan terbuka (tidak disediakan jawaban) dan pertanyaan tertutup (disediakan jawaban).
Dalam membuat jawaban alternative untuk pertanyaan tertutup atau terbuka perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut :
Penggolongan hanya didasarkan atas satu prinsip atau satu dimensi
Golongan-golongan yang dibuat harus saling meniadakan
Golongan-golongan yang dibuat harus menyeluruh

Beberapa pedoman dalam membuat pertanyaan antara lain (Rubin & Babbie, 1989) :
Pertanyaan atau pernyataan haru jelas dan tidak meragukan
Hindari Pertanyaan atau pernyataan ganda
Responden harus mampu menjawab
Pertanyaan atau pernyataan harus relevan
Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah yang terbaik
Hindari Pertanyaan atau pernyataan yang bias

Wawancara
Adalah pengumpulan data dengan mengaajukan pertanyaan secara langsung kepada responden. Dan jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam.
Keuntungan wawancara adalah
Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membaca dan menulis
Jika ada pertanyaan yang belum difahami, pewawancara dapat segera menjelaskan
Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan pembanding

Kerugian wawancara adalah
Wawancara memerlukan biaya yang sangat besar untu perjalanan dan uang harian pengumpul data
Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil
Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu  responden

Untuk dapat penerimaan dan kerja sama yang baik dari responden, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatika, antara lain
Penampilan fisik
Sikap dan tingkah laku pewawancara
Identitas pewawancara
Persiapan
Observasi
Adalah pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Keuntungan observasi:
Data yang diperoleh adalah data yang segar
Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung

Kerugian observasi :
Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi
Beberapa tingkah lau seperti criminal atau yang besifat pribadi, sukar atau tidak mungkin diamati bahkan bisa membahayakan jika diamati. Namun masih mungkin diperoleh melalui wawancara

Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan-kegiatan orang yang diamati, observasi dapat dibedakan menjadi :
Observasi partisipan (participant observation) yaitu pengamat ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang ditelii atau diamati, seolah-olah bagian dari mereka.
Observasi takpartisipan (non participant observation) yaitu pengamat berada diluar subjek yang diamati dan tidak ikut serta dengan kegiatan yang mereka lakukan.
Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi juga dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
Observasi tak berstruktur yaitu pengamat tidak membawa catatan tentang tingkah laku apa saja yang secara khusus akan diamati
Observasi berstruktur yaitu pengamat memusatkan perhatian pada tingkah laku tertentu sehingga dapat dibuat pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus diamati
Studi Dokumentasi
Adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian.
Dokumen dapat dibedakan menjadi dokumen primer, jika dokumen ini ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa dan dokumen sekunder, jika peristiwa dilaporkan kepada orang lain yang selanjutnya ditulis olh orang ini.
Beberapa keuntungan studi dokumentasi adalah :
Untuk subjek penelitian yang sukar dan tidak dapat dijangkau seperti para pejabat, studi dokumentasi dapat memberikan jalan unuk melakukan penelitian
Takreaktif. Karena studi dokumentasi tidak dilakukan secara langsung
Analisis longitudinal. Khususnya yang menjangkau jauh ke masa lalu, maka studi dokumentasi memberikan cara yang terbaik
Besar sampel. Karena biaya yang diperlukan relative kecil
Beberapa kerugian studi dokumentasi adalah :
Bias. Karena dokumen yang dibuat tidak untuk keperluan penelitian
Tersedia secara selektif. Tdak semua dokumen dipelihara untuk dapat dibaca ulang oleh orang lain
Tidak lengkap. Karena tujuan penulisan dokumen berbeda dengan tujuan penelitian
Format yang tidak baku
Sebagaimana metode historic, dalam studi dokumentasi perlu dilakukan kritik terhadap sumber data, baik kritik internal maupun kritik eksternal.

Sumber: Dr. Soehartono Irawan, “Metode penelitian sosial”. 1995. PT Remaja Kosdakarya, Bandung.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Teknik Pengumpulan Data

  1. Aini says:

    Thanks yach Mbak blog nya sangat membantu utk Research Market jg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s