KORUPSI WISMA ATLET (TUGAS SOFTSKILL)

Nama          : Annisa Dinda Bestari

Kelas          : 4eb01

NPM           : 24209067

 

KORUPSI WISMA ATLET

Mekeng: Ketua Banggarnya Bukan Saya

Sabtu, 7 Januari 2012

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Melchias Markus Mekeng mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Pengadilan Tipikor, kemarin.

Menurut Mekeng, dirinya ditugaskan dan dilantik sebagai Ketua Banggar sejak 19 Juli 2010, sementara anggaran untuk pembangunan wisma atlet dibahas dalam APBN Perubahan Tahun 2010.

“Jadi saya belum menjadi bagian dari Banggar DPR RI, baik sebagai anggota, maupun Ketua Banggar. Tidak benar kalau Nazaruddin bilang biangnya atau Ketua Besar itu adalah saya,” kata Mekeng kepada wartawan, kemarin.

Dia melanjutkan, sesuai dengan siklus pembahasan APBN maka selaku Ketua Badan Anggaran DPR RI dirinya mulai bertugas sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI sejak Juli 2010 dengan memulai Agenda Pembahasan APBN Tahun Anggaran 2011 dan seterusnya hingga saat ini.

Dia menambahkan, bahwa untuk memperjelas masalah suap wisma atlet, dirinyalah yang meminta Nazaruddin untuk menyebutkan nama-nama dari oknum yang terlibat. “Harus dijelaskan secara jelas dan jangan setengah-setengah, Ketua Banggar siapa yang terlibat, jadi tidak menimbulkan persepsi yang mendua,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan kronologi arus kebijakan keuangan SEA Games X DPR RI pada tahun anggaran 2010 yaitu sebagai berikut: Masalah pembahasan dan penetapan anggaran pembangunan wisma atlet di Palembang adalah keputusan resmi Komisi X DPR RI. “Kebijakan seputar keuangan SEA Games 2011 memang diputuskan di Komisi X,” katanya.

Mekeng melanjutkan, rapat kerja antara Komisi X DPR RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga pada 20 Januari 2010 menyimpulkan bahwa Komisi X DPR RI dan pemerintah sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) SEA Games dan Para Games 2011.

Panja, tambah dia, diketuai oleh Ketua Komisi X Mahyuddin, anggotanya terdiri dari para Wakil Ketua Komisi X yaitu Rully Chairul Azwar, Heri Akhmadi dan Abdul Hakam Naja.

Selain itu, terkait program dan kegiatan dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan kegiatan SEA Games dan Para Games 2011 yang kala itu tinggal 19 bulan lagi, Komisi X DPR RI mendesak Menpora agar memperhatikan kedisiplinan penganggaran.

Menurut dia, soal anggaran SEA Games sendiri setidaknya dimulai sejak Rapat Kerja antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Komisi X DPR RI pada Selasa, 13 April 2010.

Rapat kerja tersebut, menurut Mekeng, bersifat terbuka dengan agenda pembahasan perubahan APBN TA 2010 yang dipimpin oleh Ketua Komisi X DPR RI Mahyuddin serta didampingi pimpinan lain. Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga mengajukan usulan tambahan sebesar Rp 2,125 tiliun.

Mekeng melanjutkan, usulan tersebut di luar pagu yang sudah ada yaitu Rp 350 miliar. Perincian usulan tersebut untuk persiapan SEA Games dan Para Games 2011 Rp 1.000 miliar (Rp 1 triliun) dan lanjutan pembangunan tahap pertama pusat pendidikan dan pelatihan serta sekolah olahraga nasional Bukit Hambalang Bogor sebesar Rp 625 miliar dan untuk kegiatan kepemudaan serta olahraga lainnya Rp 500 miliar.

“Dengan pengajuan usulan tambahan sebesar Rp 2,125 triliun tersebut, Komisi X DPR RI memutuskan akan mempertimbangkan usulan tambahan pagu anggaran APBN-P TA 2010 dengan program prioritas utama pada persiapan SEA Games dan Para Games 2011 dalam rangka renovasi sarana dan prasarana pertandingan dan pembinaan atlet,” jelasnya.

Mekeng memberikan penjelasan, usulan tersebut akan diajukan oleh Komisi X DPR RI kepada Badan Anggaran DPR RI. Dalam rapat kerja antara Komisi X DPR RI dengan Menpora pada Kamis, 29 April 2010, Komisi X DPR RI menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI hanya dapat memperjuangkan tambahan anggaran sebesar Rp 600 miliar dari usulan Rp 2,125 triliun.

Dengan demikian, total tambahan anggaran untuk Kemenpora pada APBNP-TA 2010 adalah sebesar Rp 350 miliar ditambah Rp 600 miliar sehingga totalnya menjadi Rp 950 miliar. (Kentos)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=294660

Review:

Mengenai pembangunan wisma atlit yang berada di Pelembang  dalam rangka acara  SEA GAMES dan PARA GAMES 2011 memang menjadi perbincangan hangat pada tahun lalu dan hingga sekarang kasusnya masih bergulir. Apakah benar ada suap atau korupsi dalam pelaksanaan proyek tersebut? Karena hingga sampai saat ini, belum terlihat siapa dalang dari semua ini dan apakah ada yang memotori kasus ini hingga akhirnya menjadikan celah untuk pejabat melakukan tindak suap dan korupsi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan dan oknum-oknum yang dicurigai terlibat masih sembunyi tangan dan saling tuduh antara satu dengan yang lainnya. Walaupun mantan bendahara umum partai demokrat, nazaruddin beserta isrti telah menjadi tersangka dan memberikan kesaksiannya siapa oknum yang terlibat, namun belum semua terselesaikan.

Dalam kasus ini sebaiknya ada tim pengawas baik itu dari DPR atau bidang lainnya mengenai suatu proyek yang dibiayai dari APBN agar bisa semaksimal mungkin dalam kinerjanya dan tidak ada celah untuk oknum-oknum memanfaatkan tiap-tiap proyek sebagai lahannya untuk korupsi. Serta diadakan audit setiap ada pelaksanaan suatu proyek sehingga dapat terlihat apakah proyek yang dijalankan rasional atau tidak dalam anggaran standar dan anggraran sesungguhnya.

Komisi pemberantasan korupsi juga harus ikut andil dalam penyelidikan kasus ini, untuk membuktikan apakah ada yang terlibat korupsi. KPK juga tidak boleh pandang bulu, maksud disini adalah harus menyelesaikan tuntas siapapun yang menjadi tersangka korupsi. Harus menerima hukuman yang sesuai, baik itu dari orang-orang di partai besar ataupun pejabat eksekutif yang saat ini masih menjabat.

Agar tindak pidana korupsi di negeri ini dapat diminimalisir dan lambat laun bisa hilang karena korupsi sangat merugikan negara dan rakyat. Jangan sampai tindak pidana korupsi dibiarkan begitu saja dan tidak memberikan efek jera kepada pelakunya sehingga korupsi semakin menjamur dan mejadi budaya. Na’udzubillah

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s